Kamis, 01 Desember 2011

[TERBIT] Buku yang berisi pembahasan mengenai lawsuit JYJ


Permasalahan lawsuit serta krisis TVXQ! pada tanggal 31 Juli 2009, yang telah mendorong industri musik Korea mengalami guncangan dan ledakan seperti nuklir selama dua tahun terakhir ini.

Buku yang telah diterbitkan oleh EnterPost dengan judul
“Prosper JYJ” (penulis Kim Bum Tae/Kim Hyun Gongjo) sekarang telah dirilis di pasaran. Scene buku ini mengenai "seniman yang tidak dapat tampil dalam pertunjukkan musik walaupun penjualan mereka menjadi nomor 1" JYJ memastikan bahwa masalah yang mereka hadapi patut dibahas. "Mereka adalah penyanyi yang mempunyai realitas" buku ini ditulis untuk memastikan masalah yang diajukan di depan.

Agensi-agensi besar, organisasi hiburan dan penyiaran, termasuk mereka yang telah ditempatkan dalam industri hiburan hanya sebagai pemegang saham, harus memastikan bahwa sistem mereka tidak runtuh, telah menciptakan struktur kartel diantara para seniman seperti JYJ.

Buku ini memuat informasi dari berbagai media blog, seperti seri panjang yang populer dari EnterPost [JYJ, walking back to the tent] dan [
Wave screaming catch]. Disajikan juga dalam judul ‘흥(興, fun, pleasure, joy)’. Judul itu bukan hanya mengungkapkan makna kemakmuran saja, tetapi juga kebahagiaan. Menampilkan sifat menghibur di mana buku ini ditulis dengan harapan untuk kemakmuran dan kebahagiaan bagi orang-orang yang ditulis didalamnya.

Buku yang ditulis dengan latar belakang "Penyebab Krisis TVXQ!" ketika tiga dari lima anggota
TVXQ Kim Jaejoong (Hero), Park Yoochun (Micky), dan Kim Junsu (Xiah) menangguhkan kontrak eksklusif mereka dengan agensi mereka, SM Entertainment.

Setelah sengketa hukum dengan SM Entertainment dan putusan pengadilan yang mendukung JYJ, Korea Federation of Popular Culture and Art (KFPCA) mengirimkan surat ke berbagai stasiun siaran dan program hiburan yang meminta mereka untuk tidak memasukkan JYJ ke dalam program mereka. Ini adalah awal dari penganiayaan irasional terhadap JYJ baik di Korea maupun Jepang.
Secara khusus, dalam hal ini, yang dipersalahkan atas kebenaran yang tersembunyi dalam bisnis investasi kosmetik yang dilakukan JYJ dan menggunakannya sebagai sumber untuk disalahkan atas gugatan tersebut.

Selain itu juga berisi informasi, perilisan album pertama worldwide mereka, masuk ke tangga lagu Billboard, menjadi artis Korea Selatan pertama yang mengadakan konser solo yang sukses di Eropa, musikal yang menakjubkan, serta kegiatan individu dari masing-masing anggota.

Hal lain yang memiliki poin yang besar adalah kekuatan JYJ di pasar internasional dan bagaimana mereka membawa kasus "kontrak budak" SM Entertainment menemui jalan terang, menciptakan ombak antara laporan wartawan media domestik dan asing.


Selain itu, buku ini mengacu pada berbagai artikel dan kritikus budaya yang terpengaruh oleh berita ini dan juga melihat ke dalam prospek Hallyu. Selama beberapa tahun terakhir, penulis telah bepergian ke negara-negara seperti India, Indonesia, Taiwan, Hong Kong, Cina, dan bahkan Papua Nugini, di daerah perkotaan dan pedesaan, untuk melihat reaksi orang lokal terhadap tren Hallyu yang panas dan populer.
Dan respon tidak masuk akal untuk perkembangan yang sehat dari pemikiran dan perilaku untuk tidak berpendapat dengan sehat karena hanya akan terkena kritik dan saran tentang Hallyu.

Secara khusus ia berbicara tentang “kekuasaan sewenang-wenang media untuk melakukan kontrol penuh atas informasi pada Hallyu. Bias Media jelas mengungkapkan pengaruh dari lembaga besar pemerintah atau perusahaan hiburan untuk mempertahankan citra tertentu dari industri budaya Republik Korea. Karena gelombang Hallyu menjadi lebih dari sebuah “gelombang terdistorsi”
(韩流 Korea gelombang) dan arus informasi palsu (寒流, arus dingin) menghambat kemampuan masyarakat untuk melihat.

Dakam buku ini juga membahas “loyal gratitude” yang harus dimiliki oleh para idola. Penulis mengatakan, “Perusahaan menggunakan loyalitas dan rasa terima kasih sebagai alasan untuk menyangkal hak-hak artis mereka dan mempekerjakan mereka sampai mereka berdarah”.
Buku ini telah memicu reaksi panas dari pembaca sejak buku ini diterbitkankan pertama kali. Pembaca yang telah membaca buku ini mengatakan, “Meskipun informasi yang disampaikan masih baru, tetapi sebaiknya tidak hanya disimpan di dalam negeri saja tetapi juga harus tersebar di luar negeri.”

Reaksi ini telah dihasilkan dari luar negeri. Seperti Jepang, Cina, Thailand dan fans luar negeri lainnya menerbitkan terjemahan buku ini diperlukan. Kami di Jepang dan luar negeri segera untuk menyelidiki JYJ menambahkan praktik berpengalaman dan memperkuat apa yang anda berencana publikasi lokal. <흥 JYJ> bersamaan dengan publikasi tanggapan dari pembaca semakin panas. November 30 diluncurkan hanya dalam satu hari menjadi top seller, telah ditunjuk untuk menjadi buku yang direkomendasikan. Dengan JYJ book pembaca menghadapi situasi yang tidak adil dan tidak masuk akal, industri hiburan telah diharapkan untuk memperbaiki struktur.

Penulis telah mengatakan bahwa sebagian dari pendapatan dari buku ini akan disumbangkan ke World Vision Global Fund yang membantu lebih dari 100 negara di seluruh dunia dengan bantuan, pembangunan
dan proyek advokasi yang sedang berlangsung melalui Dana Global World Vision.

Saat buku ini <흥 JYJ> diluncurkan
di bidang buku terlaris dari awal penerbitan, reaksi cukup panas untuk memanjat.
Selain itu
, Edisi Pertama 2000
완판되서 (Woanpan Doeso) pejabat Departemen mengatakan bahwa produksi buku ini akan ditambah.


Sumber: http://www.ejanews.co.kr/sub_read.html?section=sc3&section2=&uid=29242
Tristania Myrta Putri

Tidak ada komentar:

Posting Komentar